LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.
Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (23/10/2025).
Bupati Thaher menekankan pembangunan infrastruktur fisik harus berjalan seiring dengan penguatan kapasitas manusia agar masyarakat Maluku Tenggara mampu beradaptasi dan bersaing di era digital. “Dalam era globalisasi dan perubahan teknologi yang cepat, peningkatan pembangunan fisik perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Dia menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada Menteri Abdul di antaranya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pembelajaran digital serta penerapan metode pengajaran inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
Selain itu, Pemkab Malra terus memprioritaskan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, termasuk pembangunan laboratorium digital dan ruang belajar berbasis teknologi informasi.
Bupati Thaher menyoroti pentingnya pemerataan akses internet berkecepatan tinggi di seluruh satuan pendidikan. Jaringan 4G telah tersedia di sebagian besar wilayah, namun kecepatan dan stabilitasnya masih perlu ditingkatkan agar proses belajar digital dapat berjalan optimal.
“Memang betul 4G sudah ada, tapi kecepatannya kurang. Perlu perhatian, apalagi nanti kita hadapi Google for Education yang segera hadir di Maluku Tenggara,” jelasnya.
Bupati Thaher mengusulkan dukungan beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, serta pembangunan dan rehabilitasi gedung sekolah yang tidak layak, terutama di wilayah kepulauan dan pulau-pulau kecil.
Dia juga mendorong program pertukaran guru dan siswa antarwilayah untuk memperluas wawasan, meningkatkan motivasi, dan memperkaya pengalaman pendidikan lintas daerah.
Bupati Thaher menyebutkan anak-anak di Malra memiliki tingkat kecerdasan dan potensi tinggi, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan fasilitas pendidikan. Berdasarkan hasil psikotest terhadap sejumlah siswa, rata-rata IQ mereka berada di kisaran 110 hingga 120.




