banner 728x250

Rumput Laut dan Mangrove Pilar Pembangunan Malra 2027

RUMPUT LAUT
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus memantapkan arah pembangunan berbasis potensi lokal melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2027 tingkat Kecamatan Hoat Sorbay dan Kecamatan Kei Kecil Barat.

Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musrenbang gabungan kedua kecamatan tersebut.

Ia menegaskan Hoat Sorbay dan Kei Kecil Barat memiliki kesamaan kekuatan utama, yakni laut sebagai sumber kehidupan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. “Laut memberi makan, laut memberi penghasilan, dan laut pula yang harus dijaga bersama,” ujar Rahantoknam membuka Musrembang di Gedung Serbaguna Desa Ohoira, Senin (2/3/2026).

Kecamatan Hoat Sorbay dikenal sebagai sentra produksi rumput laut terbesar di Maluku Tenggara. Wilayah Hoat Sorbay, Warbal, Tanimbar Kei, Ur Pulau, dan pulau-pulau sekitarnya telah diakui sebagai kawasan sentra budidaya rumput laut nasional.

Teluk Hoat Sorbay menjadi tumpuan ekonomi ratusan keluarga yang menggantungkan penghidupan pada komoditas tersebut.

Selain sebagai lumbung rumput laut, Hoat Sorbay juga berperan sebagai sumber air bersih utama bagi daratan Pulau Kei Kecil, termasuk Kota Langgur. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini memiliki peran strategis tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Potensi wisata alam turut memperkuat daya tarik wilayah ini, antara lain Goa Hawang, Pemandian Evu, dan Dian Wakat Park yang telah dikenal luas oleh wisatawan.

Sementara itu, Kecamatan Kei Kecil Barat berperan dalam menjaga kawasan konservasi laut dengan ekosistem mangrove yang relatif terpelihara. Desa Wisata Tanimbar Kei menjadi contoh pengelolaan kawasan berbasis konservasi yang berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Rahantoknam menekankan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumber daya laut. Menurutnya, produksi dan konservasi harus berjalan beriringan agar keberlanjutan ekonomi tetap terjaga.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram