banner 728x250

Warga Ambon Keluhkan Kelangkaan Minyak Tanah

AMBON MINYAK
Pengecer memasang tulisan minyak tanah habis. Hampir dua bulan terakhir warga kota Ambon mengeluhkan kelangkaan minyak tanah. (FOTO: SENTRALTIMUR.COM)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Warga Ambon mengeluhkan sulitnya mendapat minyak tanah. Bahan bakar minyak ini sebulan terakhir langka di Ambon, ibu kota Provinsi Maluku. 

Meski langka, minyak tanah (Mitan) juga tak mengalami perubahan harga. Pengecer masih menjual harga Mitan sekitar Rp 3.600 hingga Rp 4.000 per liter. 

Kalau pun ada, jumlah yang diberikan pengecer kepada warga dibatasi karena minimnya stok. Setiap warga hanya mendapat jatah lima hingga 10 liter.

Andi, pengecer Mitan di kawasan Warasia menuturkan, pembatasan diberlakukan agar semua warga juga mendapat Mitan.

“Saya membatasi warga membeli dalam jumlah banyak agar warga lainnya juga bisa mendapatkan minyak tanah. Saya memberikan perlakuan yang adil bagi semua warga,” ujarnya kepada sentraltimur.com, Rabu (10/8/2022).

Sementara itu, Rosita, warga di kawasan Air Besar katakan, sudah satu bulan terakhir sangat sulit mendapatkan Mitan. “Kalaupun ada, pasti dibatasi pembeliannya dan harganya juga mahal,” keluh ibu dua anak itu. 

Untuk mendapatkan kebutuhan bahan bakar itu, dia mengaku terpaksa menyuruh suaminya mendatangi pangkalan maupun pengecer Mitan di pusat kota Ambon. “Tapi sama saja, kadang dapat, kadang tidak. Jika pun ada dibatasi hanya beli satu atau dua jerigen (lima liter),” ujarnya.

Mayoritas warga di kota Ambon masih mengandalkan Mitan sebagai bahan bakar sehari-hari, begitu juga Rosita. “Iya, hampir semua rumah tangga di kawasan tempat tinggal saya masih menggunakan minyak tanah untuk memasak,” katanya.  

Kelangkaan tidak hanya di pengecer tapi juga di pangkalan Mitan di sejumlah titik yang berada di kota Ambon. Seperti di pangkalan Mitan di kawasan Mardika.

Pengurangan Kuota Mitan

Pemilik pangkalan Mitan di Mardika, Rusdi mengaku sudah sebulan stok terbatas. Dia tidak mengetahui penyebab terbatasnya stok. Namun dia menduga pengurangan stok ada kaitannya dengan rencana Pertamina mengalihkan penggunaan Mitan ke gas (elpiji).

“Mungkin saja, karena Depot gas sudah selesai dibangun Pertamina di Depot BBM Wayame. Tapi sejauh ini belum ada pemberitahuan kepada pangkalan (pengalihan Mitan ke gas) dari Pertamina,” ujar Rusdi.

Akibat pembatasan stok, kata Rusdi, Mitan yang dipasok Pertamina pun tidak bertahan lama dan habis ‘diserbu’ pembeli.

“Biasanya minyak tanah itu dua atau tiga hari setelah dipasok Pertamina baru terjual habis. Tapi sudah beberapa minggu terakhir, begitu minyak masuk, setengah hari sudah habis dibeli warga,” ungkap dia.

PT Pertamina (Persero) memastikan kuota BBM jenis minyak tanah yang ditentukan BPH Migas untuk Maluku tahun ini mengalami penurunan berkisar 2.500 hingga 3.500 Kilo Liter (KL).

“Kuota minyak tanah untuk Maluku tahun 2022 adalah 102.344 kl. Sedangkan tahun 2021 realisasi minyak tanah sebesar 104.778 kl. Hampir memenuhi target 105,266 kuota 2021 yang ditetapkan,” kata Sales Area Manager Retail Pertamina MOR VIII Maluku – Papua, Wilson Eddi Wijaya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram