Frans mengungkapkan saat terjadi perkelahian, polisi berada di lokasi kejadian dan berusaha menghalau massa. Namun karena kalah jumlah, bentrokan tak terhindarkan hingga kedua kelompok akhirnya terlibat saling serang.
“Polisi ada di lokasi saat itu tapi hanya tujuh orang. Kita ini Polres baru jadi belum ada persoel. Mereka kelompok di sana keluar ratusan orang, kelompok di sebalah keluar ratusan orang lagi baru kita cuma tujuh orang mau bagaimana?,” katanya.
Kini wilayah tersebut sudah mulai kondusif. Mencegah bentrokan susulan, aparat telah disiagakan di lokasi bentrokan.
Frans berharap dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama mencegah bentokan antarkedua kelompok tersebut terulang.
Sejauh ini dia telah melakukan pendekatan dengan tokoh agama, tokoh adat dan pemuda dari kedua kelompok yang terlibat bentrok.
“Saya sudah rangkul juga tokoh-tokoh yang berpengaruh. Tapi memang banyak juga yang belum sadar,” sesal Frans. (MAN)




