AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Bencana banjir dan longsor menerjang dusun Hulung, desa Iha kecamatan Huamual, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku.
Musibah itu datang pada Selasa (5/7/2022) pukul 03.00 WIT, setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Senin malam hingga Selasa dini hari.
Curah hujan yang tinggi mengakibatkan luapan air dari sungai-sungai kecil dan besar di sekitar lokasi kejadian. Luapan air mengakibatkan banjir dan tanah longsor di bibir sungai.
Bencana longsor terjadi di lokasi tambang sinabar di dusun Hulung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBB melaporkan bencana tersebut menyebabkan sembilan orang tertimbun longsor di lokasi tambang.
Di antaranya empat korban merupakan satu keluarga. Terdiri dari pasangan suami istri, Abdul Rahman Difinubun (48) dan Tini Kohilay (45) serta dua anak kembar mereka yang masih duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar.
Korban lainnya adalah Faisal (30) dan Ripaldi (20) warga Dusun Tanah Goyang Desa Loki.
Pasca kejadian itu, warga Iha mendatangi lokasi mencari para korban yang tertimbun longsor.
Sentraltimur.comĀ memperoleh informasi, tiga korban ditemukan, namun dua korban di antaranya meninggal dunia. Yaitu Tini Kohilay dan Vival (26). Kedua korban meninggal dunia telah dimakamkan.
Pencarian Korban Berlanjut
Dua korban selamat, Faisal dan Ripaldi. Meski begitu kondisi kedua korban masih kritis. Sedangkan tiga orang yang masih dicari yakni dua bocah kembar dan ayahnya.
Sementara BPBD SBB menyebut jumlah korban yang tertimbun dalam musibah itu sebanyak enam orang. Tiga telah ditemukan meninggal dunia dan tiga orang lainnya masih dalam pencarian.




