banner 728x250

Geger Kabar Penculikan Siswa SMP, Ini Penjelasan Kapolsek Baguala

Warga di kota Ambon kembali digegerkan dengan beredarnya kabar upaya penculikan seorang siswa SMP yang hendak pulang ke rumahnya dari sekolah. (FOTO: TANGKAPAN LAYAR)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Warga di kota Ambon kembali digegerkan dengan beredarnya kabar upaya penculikan seorang siswa SMP yang hendak pulang ke rumahnya dari sekolah.

Dalam narasi yang beredar, siswa bernama Tahir Bahir Lessy (15) ini dikabarkan hendak diculik saat sedang naik mobil angkutan kota dari depan kawasan Maluku City Mall menuju rumahnya di Waiheru, kecamatan Teluk Ambon.

Namun upaya penculikan itu gagal, setelah siswa SMP tersebut nekat melompat dari atas angkot yang ditumpanginya. Ketika itu angkot memilih masuk ke kawasan perumahan di Lateri, kecamatan Baguala, kota Ambon.

Dari kabar yang beredar, siswa tersebut sempat meminta sopir berhenti setelah mobil angkot tersebut tidak berjalan sesuai rute. Tetapi sopir malah mengeluarkan kata-kata menyeramkan hingga akhirnya siswa itu memilih melompat dari angkot.

Kabar upaya penculikan siswa SMP itu beredar luas di masyarakat hingga membuat warga di kota Ambon resah.

Menanggapi beredarnya isu yang meresahkan warga, Kapolsek Baguala AKP Meity Jacobus membantah terjadi upaya penculikan terhadap siswa SMP bernama Tahir Bahir Lessy.

Setelah isu tersebut beredar, Polsek Baguala menangani kasus itu. Polisi telah meminta keterangan dan klarifikasi dari siswa dan sopir angkot bernama Rifan Hukom. “Tidak ada upaya penculikan terhadap korban.” kata Meity di Ambon, Minggu (29/1/2023).

Dia menjelaskan duduk perkara kasus yang menggegerkan warga di kota Ambon tersebut. Meity menuturkan Tahir Lessy awalnya naik angkot jurusan Hatu yang dikemudikan Rifan Hukom dari depan kawasan MCM menuju rumahnya di kawasan Waiheru, Jumat (27/1/2023) pukul 19.40 WIT.

“Dari pengakuan Tahir itu sopir sempat menawarkan untuk lewat jalan bawah lalu diiyakan. Namun dalam perjalanan ada calon penumpang yang menyetop angkot untuk naik tapi sopir tidak mau berhenti,” katanya.

Ini Pengakuan Sopir

Ketika angkot tiba di depan kawasan perumahan Citraland Lateri, sopir tidak melanjutkan perjalanan dan mengatakan kepada Tahir untuk singgah sebentar mengambil orang. “Sopir memutar mobil masuk ke Citraland dan pada saat berjalan ke dalam Tahir melihat jalan gelap dan dia minta sopir menurunkannya. Namum sopir berkata “di sini tempat bunuh orang” sehingga korban menjadi takut kemudian dia melompat keluar dari dalam angkot. Dia lari ke arah jalan raya,” tutur Meity.

Adapun dari pengakuan sopir, dia tidak mau mengambil penumpang di jalan karena sudah ada orang yang akan memakai angkotnya dan orang tersebut sedang menunggu di kawasan perumahan Citraland.

Meity mengatakan dari keterangan yang diperoleh, sopir mengakui sempat menakut-nakuti Tahir bahwa tempat yang dilewati di kawasan Citraland itu sebagai lokasi pembunuhan. Tetapi menurutnya itu hanya alasan sopir agar korban tidak turun dari angkot.

“Karena merasa takut tiba-tiba korban meloncat dari dalam angkot. Sopir berhenti untuk mengangkat korban, namun korban berlari ke arah bawah menuju jalan raya. Dan sopir kembali lanjut untuk mengambil penumpang yang menyewa mobilnya,” ungkapnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram