banner 728x250

Dibuka Presiden Jokowi, Bupati MBD Hadiri Rakornas Penanggulangan Bencana

HADIRI RAKORNAS
Presiden Joko Widodo menghadiri rapat koordinasi nasional Penanggulangan Bencana 2023 di Jakarta International Expo, Kamis (2/03/2023). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Bupati Maluku Barat Daya Benyamin Thomas Noach mengikuti rapat koordinasi nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2023 di Jakarta International Expo, Kamis (2/03/2023). 

Benyamin hadir bersama Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) MBD James Likko dan Dandim 1511/Pulau Moa Letkol. Inf Galih Perkasa.

Rakornas yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini bertema ‘Penguatan Resiliensi Berkelanjutan dalam Menghadapi Bencana’.  

Rakornas dihadiri Presiden Joko Widodo, Menteri Kabinet Indonesia Maju, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, gubernur, bupati, wali kota se-Indonesia dan Forkopimda.

Presiden Jokowi dalam arahannya mengatakan yang ditakuti dunia saat ini adalah perubahan iklim. Perubahan iklim menyebabkan frekuensi bencana alam di dunia naik drastis, dan Indonesia menempati posisi tiga teratas paling rawan bencana. Karena itu pentingnya peningkatan kewaspadaan terhadap perubahan iklim yang berpotensi meningkatkan frekuensi bencana.

“Negara kita naik 81% frekuensi bencana alamnya dari 2010 1.945 bencana dan di 2022 melompat menjadi 3.544 bencana,” sebut mantan gubernur DKI Jakarta ini.

Jokowi menekankan kewaspadaan merupakan kunci, baik tahap prabencana, tahap tanggap darurat maupun tahap pasca bencana. Dia melihat sejauh ini masih sering sibuk pada tanggap darurat bencana. Padahal prabencana merupakan tahap yang lebih penting.

Prioritas utama pada tahapan prabencana untuk mitigasi risiko serta meminimalisir korban dan kerugian akibat bancana. Pentingnya dilakukan edukasi dalam menyiapkan masyarakat khususnya memberikan pelatihan untuk langkah antisipasi.

“Ini untuk meminimalisir korban maupun kerugian. Pertama itu penting peringatan dini, itu sering kita terlambat. Kedua, mengedukasi masyarakat, latihan dan lain-lain harus dilakukan. Skenario juga harus, seperti ini secara detail kita biasa abai,” kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan pentingnya identifikasi potensi bencana di setiap daerah. Dia mengatakan BPBD harus didukung dengan anggaran yang cukup jika terjadi bencana.
“Jangan sampai BPBD tidak ada anggarannya atau anggarannya kecil sekali,” katanya.

MBD Indeks Risiko Bencana Tertinggi

Sementara itu, Bupati MBD Benyamin Noach mengatakan Rakornas ini menyamakan pola pikir dalam penanggulangan bencana termasuk mitigasi.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram