banner 728x250

Maluku Tenggara Juara Umum Program Bangga Kencana & Percepatan Penurunan Stunting

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara meraih juara umum program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana serta percepatan penurunan stunting tingkat provinsi Maluku. (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara meraih juara umum program pembangunan kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) serta percepatan penurunan stunting tingkat provinsi Maluku.

Prestasi membanggakan diraih daerah berjuluk Larvul Ngabal ini di bawah kepemimpinan Penjabat Bupati Maluku Tenggara Jasmono.

Maluku Tenggara meraih 12 penghargaan dalam berbagai kategori. Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Maluku dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional itu diserahkan oleh Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie.

Penghargaan diberikan pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31 tingkat Provinsi Maluku, Senin (15/7/2024) dan diterima Penjabat Bupati Maluku Tenggara Jasmono.

Jasmono atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Maluku Tenggara mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut.

“Ini adalah bentuk apresiasi atas kebijakan, langkah-langkah konkrit dan inovasi yg telah dilakukan Pemerintah Daerah Maluku Tenggara khususnya dalam mengatasi berbagai masalah Kependudukan dan Keluarga Berencana serta upaya-upaya untuk mencegah dan mempercepat penurunan stunting di daerah ini,” kata Jasmono.

Banyak langkah-langkah terobosan atau inovasi yang sudah dibuat Pemda Maluku Tenggara, diantaranya proyek perubahan (inovasi) Jeko Pabasting (Jemput, Konsoling, Pasang, Aman, dan Bebas Stunting) yang ditujukan untuk mengatur jarak kehamilan bagi pasangan usia subur, serta memastikan agar kelahiran bayi sehat dan bebas stunting.

“Semua pelayanan yang bersifat pro aktif dan jemput bola ini diberikan secara gratis atau tidak dipungut biaya,” kata Kepala Inspektorat Maluku ini.

Terobosan lain yang dibuat lanjut Jasmono, yaitu inovasi Program Rumah Singgah Hanarun, dibangun di beberapa titik wilayah desa yang memiliki presentasi stunting tinggi. Tujuannya adalah untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting, memperbaiki status kurang gizi dan gizi buruk bagi bayi dan balita, termasuk untuk meminimalisasi resiko kehamilan akibat kekurangan gizi kronik dan anemia.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram