banner 728x250

Bertaruh Nyawa 6 Hari Terombang Ambing di Laut, 11 Nelayan Malteng Ditemukan Selamat

TEROMBANG AMBING
Tim SAR gabungan berhasil menyelamatkan 11 nelayan asal Kabupaten Maluku Tengah yang enam hari terombang ambing di laut, Kamis (22/5/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Belasan nelayan asal Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Maluku yang dilaporkan hilang di laut akhirnya ditemukan selamat.

Sebanyak 11 nelayan ini ditemukan oleh tim SAR gabungan terombang ambing di perairan laut Pulau Tujuh, Malteng, Kamis (22/5/2025).

Kepala Kantor Basarnas Ambon Muhamad Arafah mengatakan operasi pencarian 11 nelayan tersebut dilakukan setelah mendapatkan informasi dari Camat Seram Utara Barat.

Merespons informasi tersebut tim SAR gabungan bergerak melakukan operasi pencarian dan berhasil menemukan para nelayan dalam kondisi selamat. “Operasi pencarian melibatkan tim Rescue USS Bula, Polairud Seram Bagian Timur dan 10 orang warga,” kata Arafah kepada sentraltimur.com, Jumat (23/5/2025).

Dalam operasi pencarian, tim SAR gabungan mengerahkan 1 unit RIB milik USS Bula dan 5 longboat milik warga. Mereka bertolak dari dermaga Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur ke lokasi kejadian, menempuh perjalanan selama 5 jam.

Setelah berhasil ditemukan, 11 nelayan dievakuasi menuju dermaga Pasanea, Malteng pada pukul 21.57 WIT. “Seluruh korban yang ditemukan dalam keadaan selamat diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Adapun 11 orang nelayan yang berhasil diselamatkan tim SAR adalah Bakrie Renleow (56), Sarjono Katmas (56), Samsudin Reunbun (56), Abu Bakar Renleow   (53), Arobi Bugis  (52). Kemudian Jais reunbun  (52), Rustam Badduking (52), Edorala (40), Abdul Kadir Pakalesi    (30), Hamid Bugis (45), dan Ardiansyah Munandar (28).

Para nelayan tersebut awalnya berlayar dengan kapal nelayan dari Desa Pasanea menuju Desa Aduwei dan Waigama Pulau Misol, Kabupaten Raja Amat, Papua Barat Daya untuk mencari ikan pada 8 Mei 2025 lalu.

Setelah delapan hari mencari ikan di perairan tersebut, mereka memutuskan kembali ke Malteng pada 16 Mei 2025. Namun di tengah perjalanan kapal yang mereka tumpangi mati mesin hingga akhirnya terombang ambing dan hanyut terbawa arus laut. “Kapal menggalami mati mesin dan terombang ambing selama enam hari di antara perairan Pulau Seram dan perairan Pulau Misol,” kata Arafah.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram