banner 728x250

Pemkot Ambon Gelar Bimtek Membaca Nyaring dan Literasi Informasi

BIMTEK MEMBACA
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kota Ambon menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) membaca nyaring dan literasi informasi bagi guru pustakawan pegiat literasi dan orang tua.

Bimtek diselenggarakan atas kerjasama Perpustakaan Nasional dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon. Bimtek dibuka oleh Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, Selasa (6/5/2025).

Ely menekankan pentingnya menumbuhkan minat baca anak sejak dini melalui metode membaca nyaring (reading aloud). “Buku adalah jendela dunia, maka membaca adalah cara membukanya. Sudahkah orang tua, guru, pustakawan, dan pegiat literasi mulai membacakan buku kepada anak-anak sejak usia dini?,” katanya.

Membaca nyaring adalah kegiatan krusial dalam mengenalkan literasi pada anak-anak yang belum bisa membaca. “Ketika anak menyimak isi buku sambil mendengarkan suara kita, sebenarnya mereka sedang belajar membaca. Maka, membaca nyaring memungkinkan anak bisa ‘membaca’ bahkan sejak bayi,” ujar Ely.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menunjukkan minat baca anak di Indonesia masih sangat rendah. Hanya sekitar 17,21 persen anak usia dini yang rutin dibacakan cerita oleh orangtua atau wali, dan hanya 11,12 persen yang belajar membaca bersama orang dewasa.

Indonesia juga berada di peringkat 60 dari 61 negara dalam survei World’s Most Literate Nations tahun 2016.

Dia menyayangkan kebiasaan membaca masih tergeser oleh penggunaan gawai. “Anak-anak kita lebih akrab dengan gadget ketimbang buku. Ini tantangan besar bagi kita semua,” kata Ely.

Meski membaca nyaring membutuhkan kesungguhan dan bisa terasa melelahkan, dia menilai metode ini efektif dalam menanamkan cinta terhadap buku. Ely mendorong pustakawan, guru, dan para pegiat literasi untuk terus mengembangkan strategi membaca yang menyenangkan.

Pemkot Ambon menyambut baik Bimtek ini sebagai bagian dari transformasi perpustakaan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. “Literasi bukan hanya soal membaca, tapi juga kemampuan untuk memahami dan mencipta. Kita ingin melahirkan masyarakat yang cerdas dan sejahtera,” ujar Ely.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram