AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Polisi memastikan La Haji (42), penambang asal Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon yang tewas di kawasan Gunung Botak, kabupaten Buru, Maluku merupakan korban pembunuhan.
Korban sebelumnya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di area tambang emas Gunung Botak tepatnya di jalur E Desa Wamsait, Senin pagi (14/7/2025).
“Sudah pasti dia menjadi korban pembunuhan,” kata PS Kasi Humas Polres Buru Aipda M.Y.S Djamaludin kepada sentraltimur.com via telepon, Selasa (15/7/2025).
Penyidik yang menangani kasus tersebut masih menyelidiki pelaku pembunuhan dan motif dibalik kejadian itu. “Motif dan pelakunya masih dalam penyelidikan, pelaku masih kita kejar,” ujarnya.
Terkait kematian korban, polisi telah meminta keterangan dua orang saksi. “Untuk saksi sementara dua orang telah diperiksa,” sebut Djamaludin.

Jasad korban pertama kali ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa oleh rekannya bernama Anto (32). Penemuan itu dilaporkan kepada warga dan polisi. Polisi yang mendapatkan laporan mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Jasad korban telah dipulangkan ke keluarganya di Desa Waiheru, Kota Ambon untuk dimakamkan. (MAN)




