banner 728x250

HMI Dukung Langkah Bupati SBB Lindungi Hak Masyarakat Adat

PT SIM
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Bupati Seram Bagian Barat Asri Arman membahas masalah sengketa lahan antara masyarakat dan PT Spice Island Maluku, Kamis (14/8/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Badan Koordinasi (Badko) HMI Maluku mendukung penuh langkah Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Asri Arman melindungi hak masyarakat adat.

Fungsinaris Badko HMI Maluku Ali Alkatiri mengatakan keberhasilan Arman dalam menyelesaikan sengketa tanah masyarakat adat dengan PT Spice Island Maluku (SIM) merupakan langkah besar yang patut diapresiasi oleh semua pihak.

“Kami memberikan dukungan dan apresiasi yang tinggi kepada bapak Bupati SBB atas keberhasilannya menyelesaikan sengketa tanah masyarakat adat dengan PT SIM,” kata Ali kepada sentraltimur.com, Minggu (17/8/2025).

Menurut Ali langkah tegas dan bijak yang diambil Bupati Arman bukan hanya mengakhiri konflik yang sudah berlangsung lama antara masyarakat adat dengan PT SIM, tetapi juga menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah daerah kepada masyarakat adat di daerah berjuluk Saka Mese Nusa.

“Bupati SBB telah menunjukkan kepemimpinan yang visioner dengan mampu menyelesaikan persoalan yang diwariskan dari periode pemerintahan sebelumnya. Untuk itu, Gubernur Maluku patut memberikan penghargaan kepada Bupati Asri Arman,” sanjung Ali.

Keberhasilan tersebut sekaligus membuka jalan bagi hadirnya investasi berbasis kerakyatan di SBB. Dengan begitu, pembangunan daerah tidak hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Badko HMI Maluku mendukung langkah bupati dalam mengedepankan investasi yang adil, partisipatif dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Ali juga menilai, Arman telah membuka ruang bagi hadirnya investasi berbasis kerakyatan yang lebih adil dan bermanfaat bagi masyarakat. Dia mendorong Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa untuk memberikan penghargaan atas capaian tersebut.

Menurutnya, keberhasilan yang dicapai tersebut merupakan bukti kepemimpinan yang berpihak pada rakyat sekaligus mampu menuntaskan persoalan dari periode pemerintahan sebelumnya.

“Kami berharap penyelesaian konflik tanah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah sekaligus menjadi contoh kepemimpinan yang mampu menghadirkan solusi dan keberlanjutan pembangunan di Maluku,” harap Ali. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram