banner 728x250

Layanan Dokter Spesialis Bergerak Sasar Warga Kepulauan Malra

DOKTER SPESIALIS
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerataan layanan kesehatan menjadi komitmen serius Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan.

Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menyampaikan itu saat membuka Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Ohoi Ohoira, Kecamatan Kei Kecil Barat, Kamis (6/11/2025).

Bupati menegaskan kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin oleh negara. Ia mengakui bahwa masih terdapat kesenjangan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil, terluar, dan perbatasan.

“Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah provinsi dan daerah dalam memperluas akses layanan kesehatan. Kami ingin masyarakat di wilayah kepulauan juga merasakan pemerataan pelayanan medis yang berkualitas,” ungkapnya.

Dalam mengatasi tantangan akses layanan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara telah menyusun sejumlah langkah strategis, antara lain; Pengembangan layanan telemedicine di puskesmas wilayah sulit akses, pembangunan Rumah Sakit Pratama Kelas D di Pulau Kei Besar yang dijadwalkan diresmikan akhir November 2025, peningkatan sarana dan prasarana layanan kesehatan dasar di daerah.

Pemkab Malra juga memperkuat ketersediaan tenaga medis spesialis di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Saat ini, tujuh dokter spesialis dasar telah bertugas, sementara sembilan lainnya sedang menempuh pendidikan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis secara mandiri dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan layanan spesialis. Harapannya, RSUD Karel dapat menjadi rumah sakit rujukan dengan tenaga medis yang lengkap dan profesional,” jelas Bupati.

Bupati juga mengatakan keberadaan layanan kesehatan bergerak diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam menekan berbagai persoalan kesehatan di kepulauan, seperti stunting, kematian ibu dan bayi, serta gizi buruk.

Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, termasuk tenaga medis, pemerintah kecamatan, kepala ohoi, serta masyarakat setempat. “Keberhasilan program ini akan menjadi landasan penting bagi terwujudnya pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah Maluku Tenggara,” pungkasnya. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram