LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar retret Aparatur Sipil Negara (ASN). Retret diikuti 190 ASN pejabat eselon II dan III.
Ratusan ASN ini menjalani pembinaan fisik dan mental format semi militer dibagi dalam lima pleton. Retret ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Maluku Tenggara bersama Kodim 1503 dan Yonif 735/Nawasena.
Berbagai materi disampaikan kepada peserta, antara lain pembinaan mental dan ideologi, wawasan kebangsaan, reformasi birokrasi, pencegahan tindak pidana korupsi, keamanan dan ketertiban masyarakat, pengelolaan keuangan daerah, serta kebijakan dana transfer ke daerah.
Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menegaskan retret ASN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk refleksi, evaluasi, serta penguatan komitmen aparatur dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Pendekatan tersebut tidak bertujuan menjadikan ASN sebagai prajurit, melainkan untuk menanamkan nilai disiplin, kekompakan, dan soliditas tim dalam menjalankan tugas pemerintahan. “Kekuatan birokrasi hanya dapat dibangun oleh ASN yang berintegritas, profesional, dan memiliki semangat melayani masyarakat,” tegas bupati di Aula Batalyon Infanteri 735/Nawasena, Ibra, Kei Kecil, Minggu (14/12/2025).
Bupati menekankan pentingnya penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai fondasi birokrasi yang profesional dan berintegritas. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam praktik kerja sehari-hari, bukan sekadar menjadi slogan.
ASN dituntut berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal terhadap Pancasila dan konstitusi, adaptif terhadap perubahan, serta kolaboratif tanpa ego sektoral.
Selain penguatan profesionalisme, retret ini juga dirancang untuk menjaga keseimbangan fisik dan psikologis peserta. Pembinaan jasmani dan psikologi lapangan diberikan agar ASN dapat kembali bekerja dengan kondisi fisik yang prima dan mental yang lebih segar, mengingat tingginya tekanan dalam tugas birokrasi.
Bupati menyampaikan retret ASN memiliki tujuh tujuan utama, yaitu meningkatkan integritas dan moralitas ASN, memperkuat nilai dasar ASN, menumbuhkan kesadaran dan refleksi diri, meningkatkan semangat kerja dan kebersamaan, mengurangi stres serta memulihkan energi psikologis, memperkuat komitmen pelayanan publik, serta mendorong kreativitas dan inovasi birokrasi.




