banner 728x250

Nilai Komoditas Perikanan Tanimbar Capai Rp834 Miliar, Karantina Maluku Perkuat Pengawasan

KOMODITAS PERIKANAN
Kepala Karantina Maluku Willy Indra Yunan dan jajaran bersama Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, Selasa (10/3/2026). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Nilai lalu lintas komoditas perikanan dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada tahun 2025 mencapai Rp834 miliar.

Data dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) tersebut disampaikan Kepala Karantina Maluku Willy Indra Yunan saat kunjungan kerja dan audiensi dengan Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa.

Pertemuan berlangsung di Kantor Bupati Tanimbar, Kota Saumlaki, Selasa (10/3/2026). Kunjungan ini untuk memperkuat sinergi pengawasan dan pelayanan karantina di wilayah Tanimbar. Dan membahas peran strategis karantina dalam mendukung kelancaran lalu lintas komoditas perikanan, pertanian, dan peternakan sekaligus menjaga wilayah dari ancaman hama dan penyakit.

Berdasarkan data karantina tahun 2025, lalu lintas komoditas perikanan dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar tercatat cukup signifikan, yakni sebanyak 213.103 ekor ikan hidup serta 3.324 ton ikan non-hidup yang dikirim ke berbagai daerah.

Willy mengatakan dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk memperkuat pengawasan serta meningkatkan pelayanan karantina di Kepulauan Tanimbar yang memiliki potensi besar di sektor perikanan.

“Sinergi antara karantina dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga kesehatan media pembawa serta mendukung pengembangan potensi komoditas daerah agar dapat dilalulintaskan secara aman,” ujar Willy dalam keterangan tertulis.

Pengawasan karantina juga dilakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya penyakit ikan yang dapat mengancam produksi perikanan, seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV), Viral Nervous Necrosis (VNN), dan Megalocytivirus.

Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan karantina dapat terus diperkuat. Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki potensi komoditas unggulan yang cukup besar, khususnya di sektor perikanan dan perkebunan.

Ia menyebut beberapa komoditas yang memiliki peluang untuk dikembangkan hingga pasar ekspor antara lain kepiting bakau, ikan kerapu, dan rumput laut.

“Dengan dukungan karantina, kami optimistis potensi komoditas daerah dapat terus dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram