banner 728x250

Wabup Malra: Percepatan Akses Keuangan Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

AKSES KEUANGAN
banner 468x60

LANGGUR, SENTRALTIMUR.COM – Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam mengatakan pentingnya percepatan akses keuangan sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Tahun Anggaran 2026.

“Saya mau sampaikan salam hormat dari pak Bupati beliau sedang di luar daerah melaksanakan tugas sehingga saya mewakili beliau untuk membacakan sambutan Bupati Saya mau mengajak kita semua panjatkan puji syukur kehadiran Tuhan yang maha kuasa kita berada semua di sini dengan keadaan sehat walafiat dalam rangka rapat plenoTim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) anggaran keuangan daerah tahun 2026,” ujar Rahantoknam, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan inklusi keuangan bukan sekadar agenda administratif, melainkan prasyarat utama bagi terwujudnya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

“Kecepatan akses keuangan merupakan salah satu syarat utama bagi terwujudnya pembangunan ekonomi inklusif berkeadilan dan berkelanjutan keuangan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat potensi ekonomi daerah tidak akan berkembang secara optimal. Karena itu keberadaan tadi memiliki posisi strategis sebagai wadah koordinasi lintas sektor untuk mendorong peningkatan inklusi keuangan sekaligus memperkuat pondasi ekonomi daerah,” tegasnya.

TPAKD harus menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang efektif, bukan sekadar forum seremonial. Sebagai daerah kepulauan, Maluku Tenggara menghadapi tantangan yang berbeda dibanding wilayah daratan. Distribusi layanan keuangan yang belum merata dan keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan utama.

“Karakteristik yang lebih kompleks dibandingkan dengan daerah daratan distribusi layanan perbankan yang belum merata tingginya biaya operasional antar wilayah keterbatasan infrastruktur pendukung serta rendahnya tingkat literasi keuangan masyarakat menjadi faktor yang menyebabkan banyak pelaku usaha khususnya UMKM nelayan dan petani belum dapat mengakses pembiayaan secara formal dan secara optimal,” jelasnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram