banner 728x250

BKSDA Tual Lepasliarkan Penyu Sisik Terjerat Jaring Nelayan

Penyu Sisik
BKSDA Tual dan nelayan lepasliarkan seekor penyu sisik ke laut, Rabu (1/9/2021). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Tual melepasliarkan seekor penyu sisik yang terjerat jaring nelayan di perairan Pulau Ohoiwa dan Pulau Nukahai, Kecamatan Manyeuw, Kabupaten Maluku Tenggara.

Satwa dengan nama latin Eretmochelys imbricate ini lepasliarkan ke habitatnya setelah sempat di dapatkan dua nelayan Yosep Epi Letsoin (67) dan Petrus Pido Letsoin (69) selama empat hari di peraiaran Pulau Ohoiwa.

Setelah bebaskan penyu, dua nelayan dari Desa Debut itu melaporkan ke BKSDA Tual. Setelah itu penyu tersebut lepasliarkan, Rabu (1/9/2021).

BACA JUGA:

Warga Adat di Seram Bagian Barat Demo Tolak Pilkades – sentraltimur.com

Facebook Siap Jauhkan Remaja dari Konten Berbahaya – kliktimes.com

Kepala BKSDA Tual Yopi Jamlean mengatakan setelah mendapat laporan dari nelayan pihaknya langsung terjun ke lapangan.

“Saat kita tiba di lokasi penyu itu dalam keadaan sehat dan baik,” kata Yopi, Kamis (2/9/2021).

Pelepasan penyu berjalan dengan lancar. Penyu lepasliarkan ke laut dengan aman dan selamat. Selanjutnya tim bersama warga menandatangani berita acara penerimaan dan pelepasan penyu.

Menurut Yopi lepasliar penyu sisik yang terjerat jaring nelayan itu menjadi edukasi bagi masyarakat dalam menjaga biota laut yang terlindungi.

Dia berharap warga yang menemukan penyu saat melaut tidak menyakiti satwa tersebut dan sebaiknya melepskan lagi ke laut. Sebab populasi satwa yang langka itu saat ini semakin sedikit.

“Ini demi pelestarian penyu, khusus penyu di Kepulauan Kei. Karena semakin hari penyu semakin berkurang,” ujar Yopi.

Pelestarian penyu di wilayah itu, BKSDA bekerja sama dengan pemerintah, lembaga adat, agama, maupun lembaga swadaya masyarakat.

Kerja sama itu, kata Yopi, dalam rangka menyadarkan warga untuk melestarikan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi. “Kami dan beberapa pihak terkait akan melakukan sosialisasi di sejumlah desa,” ujarnya. (MMS)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram