Warga Elat menentang hal itu. Berawal dari konsentrasi massa berujung pada bentrok terbuka. Saling serang menggunakan berbagai senjata tajam mulai dari parang, tombak hingga panah. Konflik warga kedua desa terjadi sejak pagi dan sempat mereda, namun berlanjut pada sore hari.

Sebelumnya pada 6 Oktober 2022 lalu kedua desa ini juga terlibat bentrok.
Ratusan aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan ke kedua desa untuk meredam bentrokan kembali meluas.
“Kami juga mengimbau warga menahan diri, jangan lagi mau terprovokasi,” imbau Roem. (MAN)




