banner 728x250

BKSDA Lepasliarkan 14 Satwa Endemik di Pulau Seram

banner 468x60

“Sebelum lepasliarkan di habitat aslinya, satwa liar tersebut sudah menjalani proses karantina, rehabilitasi dan pemeriksaan kesehatan. Prosesnya di kandang Transit Passo Kota Ambon,” kata Danny, Selasa (2/11/2021).

Pemeriksaan kesehatan 12 ekor burung tersebut oleh petugas BKSDA bersama dokter hewan dari Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon.

Gunung Sahuwai oleh BKSDA sebagai lokasi lepasliarkan satwa karena kawasan konservasi ini salah satu habitat asli dari satwa-satwa yang lepasliarkan.

Dia berharap, satwa-satwa yang lepasliaran ini dapat cepat beradaptasi dan berkembang biak di lingkungan barunya. “Harapannya akan berdampak pada peningkatan populasi dan keragaman jenis satwa yang ada di kawasan konservasi Gunung Sahuwai,” jelas Danny.

Pelepasliaran 14 satwa liar ini juga hadir Tenaga Ahli Menteri LHK, Sekda Seram Bagian Barat Mansur Tuharea, kepala DLH dan kepala Balai Taman Nasional Manusela.

Hadir pula duta maritage Indonesia, perwakilan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Dirjen KSDAE. Berikut kepala KPH Seram Bagian Barat, camat Huamual, Koramil Piru, Polsek Huamual dan Staf Pemerintahan Desa Iha. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram