Mercy melanjutkan daerah-daerah yang harus prioritas mendapatkan aliran listrik nasional adalah daerah yang berada di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Menurutnya menjaga Indonesia Raya dari perbatasan, rakyat harus merdeka khususnya merdeka dari kegelapan. Daerah perbatasan harus terang benderang dengan pasokan listrik nasional.

“Listrik ada membawa terang, membawa harapan bagi kita semua. Menjadi jembatan untuk pembangunan, untuk kemajuan dan perubahan. Masyarakat kiranya menolong PLN. Harapan kami kalau jaringan ditambah terus, pelanggan bertambah terus. Pelanggan terlayani maka ekonomi masyarakat akan berputar dan menjadi kuat disini,” harapnya.
Melalui tema perjuangan bagaimana membawa energi bagi seluruh masyarakat. Mercy katakan, apa yang dirasakan oleh masyarakat di Pulau Jawa harus juga dirasakan oleh masyarakat yang berada di ujung perbatasan Indonesia yang dekat dengan negara Australia dan Timor Leste. Harus sama dari segi standar pelayanan minimum.
“Sampai dengan tanggal 17 Agustus kita akan menyelesaikan. Selain PLTD Latalola, Werwawan, dan Rumahlewang, masih ada 4 lagi sampai dengan 17 Agustus. Ada Mahaleta, Wulur, Rumkuda dan Watuwey. Itu yang akan kita selesaikan di Agustus dan sisanya selesaikan di tanggal 27 Oktober di hari listrik nasional,” jelas Mercy. (ADI)




