“Banyak orangtua memaksa anaknya menguasai calistung karena kemampuan tersebut dijadikan prasyarat masuk SD. Para orang tua berlomba membuat buah hatinya menguasai materi yang tak sesuai umurnya. Bahkan, ada yang melakukannya secara sadar dan merasa bangga ketika anak balitanya sudah bisa membaca dan berhitung,” katanya.
Dia berharap, para guru dapat memperhatikan surat edaran dimaksud dan menerapkannya sehingga proses penerimaan siswa baru dapat berjalan dengan baik. “Kami minta para guru fokus pada pengenalan lingkungan sekolah sehingga peserta didik merasa nyaman di sekolah. Harapannya pembangunan di sektor pendidikan dapat berjalan sesuai regulasi atau standar yang telah ditetapkan dan menghasilkan sumber daya manusia MBD yang berkarakter baik,” harap Roberth. (ADI)




