AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Duka menyelimuti keluarga Pratu Andi Syarif Bugis Hayoto Usemahu, prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 26/Gurana Piarawaimo (GP), Kodam XVIII/Kasuari.
Andi meninggal dunia pada Sabtu (17/10/2026) pukul 07.47 WIT, usai menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis selama dua pekan di RSUD Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Di balik kepergian Pratu Andi, keluarga mempertanyakan penyebab pasti kondisi yang membuat korban tidak sadarkan diri sejak awal Oktober.
Kematian prajurit kelahiran Desa Tehua, Kecamatan Teluti, Kabupaten Maluku Tengah ini menyisakan sejumlah pertanyaan yang menuntut jawaban transparan dari pihak Brigif 26/GP. Pasalnya, keterangan awal yang diterima keluarga mengenai dugaan keracunan minuman keras berbeda dengan hasil pemeriksaan medis.
Ayah almarhum, Basmar Bugis, mengatakan pihak keluarga awalnya memperoleh informasi dari Komandan Regu (Danru) bahwa anaknya mengalami keracunan setelah mengonsumsi minuman keras bersama rekan-rekannya.
Dalam penjelasan awal tersebut, Andi disebut kehilangan kendali, kemudian membenturkan kepalanya ke tembok dan lemari hingga pingsan. Namun, menurut Abas, panggilan Basmar, dokter RSUD Teluk Bintuni menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan tidak menunjukkan tanda keracunan.
Sebaliknya, tim medis menemukan trauma benda tumpul pada kepala yang disertai retak tulang tengkorak dan pendarahan otak. Sejumlah bagian tubuh Andi juga dilaporkan mengalami memar. “Kata dokter tidak ada tanda keracunan, kondisinya ini akibat trauma (penganiayaan menggunakan) benda tumpul,” ujar Abas pada Kamis (8/10/2026), saat Andi masih menjalani perawatan di RSUD Teluk Bintuni.
Perbedaan keterangan tersebut menjadi persoalan yang perlu dijelaskan secara menyeluruh. Apalagi, ujar Abas, seorang rekan almarhum mengaku telah memukul Andi. Meski demikian, pengakuan tersebut belum dengan sendirinya membuktikan hubungan sebab-akibat antara dugaan pemukulan dan kondisi medis yang dialami korban.
Kronologi dan Hasil Visum
Keluarga menduga Andi menjadi korban penganiayaan di lingkungan asrama kesatuan Brigif 26/GP pada Jumat (2/10/2026). Dugaan itu, menurut keluarga, semakin menguat karena Andi disebut sebagai satu-satunya prajurit yang mengalami kondisi berat dalam peristiwa yang dikaitkan dengan konsumsi minuman keras bersama rekan-rekannya.



