banner 728x250

Dua Pekan Melaut, 4 Nelayan SBT Hilang di Perairan Seram

DUA PEKAN
Tim SAR Polairud Polda Maluku menanyakan keberadaan kapal yang hilang yang ditumpangi empat nelayan SBT saat melakukan pencarian korban, Selasa (8/3/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

Dia menjelaskan sesuai jadwal pencarian ikan biasanya hanya memakan waktu selama dua minggu di laut. Namun, sampai saat ini keempat nelayan bersama kapal yang mereka tumpangi belum juga kembali.

“Terakhir korban La Imran menghubungi istrinya Dewi Katiwin pada Sabtu siang tanggal 19 Februari 2022. Saat itu kapal menuju ke lokasi pencarian ikan,” kata Nindatu.

Kerahkan Dua Kapal Polairud

Dua kapal Ditpolairud Polda Maluku telah melaksanakan operasi SAR di perairan laut Seram dari Bula pada koordinat 2°.45.734′ S – 130°.42. 040’E.

Polairud Polda Maluku melakukan pencarian empat nelayan SBT yang hilang di perairan Pulau Seram Bagian Utara sejak 19 Februari 2022. (FOTO: ISTIMEWA)

Tim SAR Polairud juga telah menghentikan sejumlah kapal nelayan yang sedang melaut. Menanyakan keberadaan kapal nelayan yang hilang itu, namun tidak ada satu pun nelayan yang melihat kapal tersebut.

Tim Polairud bahkan melakukan pencarian hingga ke perairan Papua Barat.

“Titik kordinat kapal hilang sudah masuk wilayah hukum Papua Barat. Sementara kita juga sudah berkoordinasi dengan Polres Fak- Fak, Polsek wilayah Perairan Kokas. Untuk teruskan ke semua jajaran Basarnas maupun Polsek wilayah perairan Fak-Fak,” ujar Nindatu. (MAN)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram