Dia meminta pemerintah kota Ambon dan pemerintah provinsi Maluku memantau harga di pasar karena harga migor terus meroket. ”Pekan kemarin harga masih Rp23.000 per liter lalu naik dan naik terus sampai hari ini,” keluhnya.
Menurutnya mahalnya harga migor bukan hanya dikeluhkan warga kota Ambon, tapi juga warga di Maluku. “Bayangkan saja harga minyak goreng di Ambon sudah mahal, apalagi di daerah lain di Maluku. Saudara dan teman-teman saya di Masohi dan Tanimbar juga mengeluh karena mahalnya harga minyak goreng,” ujar Oca yang juga ASN ini.
Warga lainnya Rani, meminta pemerintah menggelar operasi pasar agar dapat menekan harga migor.
Ibu empat anak ini juga meminta pemerintah mengambil langkah tegas bagi pedagang yang mencari keuntungan yang tak wajar.
“Operasi pasar harus lakukan. Pemerintah dan polisi harus tindak tegas pedagang yang nakal. Karena menjelang hari besar keagamaan masih ada pedagang menaikkan harga kebutuhan pokok sesuka hati,” kesal Rani. (MAN)




