Raja Desa Kayeli sebelumnya M. Fuad Wael, ayah Fandi kemudian berinisiatif membuat hiasan kepala kubah masjid dari emas Gunung Botak. Hiasan itu juga untuk dijadikan ikon desa. “Raja (M. Fuad Wael) mengumpulkan perangkat desa dan warga untuk membicarakan hal tersebut. Dalam rapat terbuka ini semua warga menyetuju inisiatif tersebut,” kisahnya.
Setelah selesai rapat, perangkat desa yang ditugaskan khusus mengumpulkan biji emas yang disumbangkan secara sukarela oleh penambang dan warga desa. Setahun berselang, tepat di tahun 2015 emas yang dikumpulkan mencapai 2,6 kilogram.
“Kita mendatangkan para pengrajin dari Sulawesi Selatan untuk membuat kepala kubah masjid berukiran lafadz Allah berbahan emas,” jelasnya.
Setelah selesai dikerjakan, emas itu dipasang dengan ritual keagamaan dan adat. “Makanya saat dicuri warga Desa Kaiely sangat terpukul dan sedih,” kata Fandi. (MAN)
Ikuti berita sentraltimur.com di Google News




