“Untuk vaksinasi lansia, vaksinasi pertama kita sudah mencapai 51,25 persen. Untuk remaja 74,68 persen, anak-anak 28,832 persen,” terangnya.
Dari 11 kabupaten kota di Maluku, Ambon merupakan daerah dengan tingkat vaksinasi tertinggi. Yaitu mencapai 96 persen saat ini. “Di tempat kami ada 3 kabupaten yang belum mencapai 65 persen. Yaitu Kota Tual, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Maluku Tengah. Ini semata-mata karena wilayah geografis harus tempuh melalui laut,” kata eks Kapolda Nusa Tenggara Timur ini.
Polda Maluku bersama seluruh unsur terkait telah melaksanakan kegiatan akselerasi atau percepatan vaksinasi dengan mendayagunakan fasilitas yang ada. “Kami melakukan vaksinasi terapung untuk kepulauan-kepulauan. Kemudian dor to dor masyarakat yang di pegunungan, sehingga kami akan mencoba capaian mencapai 70 persen,” katanya.
Sementara untuk data Bor atau keterisian tempat tidur pasien covid-19, dari kapasitas 1.388, baru terpakai 153, atau baru 11 persen. Terdapat 3 pasien yang menjalani isolasi terpusat (Isoter).
“Kemarin terjadi penurunan 42 persen. Karakteristik dari Maluku pencegahan bersama-sama instansi terkait di bandara dan pelabuhan kapal. Kita melakukan pemfilteran dengan melakukan sampling kepada masyarakat. Apabila temukan belum vaksin maka kita arahkan warga untuk vaksin,” ujar Latif.




