banner 728x250

Kisah Sedih Ellyas Pical, Legenda Tinju Indonesia Kini Menjadi Office Boy

Petinju legendaris Indonesia, Ellyas Pical (FOTO: ANTARA)
banner 468x60

Sejak saat itulah, dia mulai terlihat memiliki bakal di dunia tinju. Dia pun sukses menjuarai berbagai kompetisi di kelas terbang, baik dari tingkat kabupaten sampai Piala Presiden.

Jatuh ke Dunia Gelap

Pada saat itu, Ellyas Pical menang TKO di ronde kedelapan atas petinju Korea Selatan, Chun Ju-do. Pertarungan itu berlangsung di Stadion Bung Karno.

Usai melalui sembilan pertarungan dengan delapan kemenangan dan satu kekalahan, dia bertarung dengan petinju asal Korea Selatan, Hee Yun-jung pada 19 Mei 1984 di Seoul. Dia berhasil menang dan sukses membawa pulang gelar juara OPBF kelas super terbang.

Tentunya, perjuangan berat telah Ellyas Pical lalui untuk meraih juara dunia IBF kelas super terbang. Sebab menjadi seorang petinju bukan profesi yang awalnya setujui oleh orangtua Ellyas Pical.

Ellyas Pical saat masih berjaya menyabet juara dunia IBF kelas bantam junior. (FOTO: ISTIMEWA)

Namun, berbagai kisah sedih Ellyas Pical, legenda tinju Indonesia yang di masa tuanya menjadi petugas OB, tidak banyak publik ketahui. Padahal, sosoknya yang sudah mengharumkan negara seharusnya tidak terlupakan. 

Selain menjadi OB, Ellyas Pical juga menjadi satpam usai pensiun dari dunia tinju. Dia menjadi petugas keamanan di sebuah tempat diskotik di Jakarta.

Pekerjaannya tersebut pun membuatnya jatuh ke dunia gelap. Dia bahkan ditangkap karena melakukan transaksi narkoba di sebuah diskotik pada 13 Juli 2005.

Ellyas Pical jatuhi vonis hukuman penjara selama tujuh tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah bebas dia dipekerjakan di KONI Pusat.

Baru-baru ini, Ellyas Pical mendapat penghargaan dari Kementerian Sosial. Dia dinobatkan sebagai pria lanjut usia berprestasi di peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2021 pada 29 Mei 2021. (OZC/RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram