
Keinginan pendemo bertemu Komisi II DPRD Maluku untuk menyampikan aspirasi mereka gagal, lantaran hampir semua anggota DPRD Maluku melaksanakan pengawasan di daerah.
Mereka akhirnya ditemui Wakil Ketua Komisi III, Richard Rahakbauw. Tujuh orang perwakilan pendemo diundang berdialog di ruang Komisi IV DPRD Maluku.
Dihadapan Rahakbauw, mereka menyampaikan telah menyampaikan tuntutan ke manajemen PD Panca Karya tetapi diabaikan. “Kami sudah kordinasi tapi tidak ada solusi sampai kita datang ke kota Ambon dan kita sudah demonstrasi di PD Panca Karya, kantor gubernur dan gedung DPRD Maluku,” ujar Rival Latuconsina, pendemi yang mengaku, berasal dari Waesama.
Menurutnya wilayah Waesama miliki potensi tambang, hasil hutan tapi tidak dirasakan masyarakat. “Tapi apa yang kita rasakan? kita malah menderita, banjir melanda kecamatan Waesama. Kayu-kayu diambil, hutan kita dibabat, tapi apa yang masyarakat adat dapatkan? Kami mohon kepada DPRD Maluku memanggil Direktur PD Panca Karya jangan hanya duduk, tapi dengarkan jeritan aspirasi kami masyarakat Buru Selatan,” tegas Rival.
Menurutnya, ribuan hektar lahan hutan di Waesama telah digusur dan diambil kayunya oleh PD Panca Karya, namun masyarakat tidak menikmati hasil hutan mereka. “Kami mohon direktur Panca Karya dan manajemennya perlu dievaluasi. Kami telah menderita akibat banjir yang menerpa wilayah petuanan kami,” kata Rival. (RED)




