Dia mengumpat dan kata-kata penuh kekecewaan keluar dari mulutnya. Untuk kedua kalinya eks Ketua DPRD Malteng itu kembali memukul meja. Kegaduhan di ruang rapat utama itu berlangsung lebih dari 2 menit.
Ini Penyebab Kericuhan
Lalu apa penyebab dua politisi partai Gerindra besutan Prabowo Subiyanto ini nyaris adu jotos?
Ibrahim kecewa dan mengkritik kebijakan bupati Abua. Alasannya sejumlah aspirasi yang dia usulkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Malteng untuk dapilnya alihkan ke dapil lain, yakni Pulau Haruku.
Dia merasa janggal dengan perlakuan bupati yang berbeda saat dirinya menjabat ketua DPRD Malteng periode 2014-2019. “Ada perlakuan berbeda saat saya jadi pimpinan DPRD dan jadi anggota biasa,” kesalnya.
Belum habis menyampaikan kekesalannya, Syahbudin tiba-tiba interupsi. Dia mengusulkan pimpinan DPRD menjalankan rapat paripurna sesuai agenda.
Rupanya usulan itu memicu amarah Ibrahim. Dia berdiri dari kursinya hingga melempari Hayoto dengan beberapa benda di atas mejanya.
Aksi itu menyulut emosi Syahbudin. Legislator dapil Seram Selatan dan Banda itu berdiri dan berupaya menyerang Ibrahim. Kericuhan di gedung wakil rakyat itu akhirnya tak terhindarkan.
Ricuh Saat LPJ APBD 2020
Kegaduhan ini bukan kali pertama sepanjang DPRD Malteng periode 2019-2024. Pada 12 Agustus 2021 terjadi kericuhan saat berlangsung sidang paripurna penyampaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) APBD Malteng tahun anggaran 2020.




