banner 728x250

Oknum Brimob Penganiaya Pelajar Tual Jalani Sidang Etik

SIDANG ETIK
Anggota Brimob Bripda Masias Siahaya (depan) dikawal anggota Propam berjalan menuju ruang sidang di Polda Maluku, Senin (23/2/2026). (ISTIMEWA)
banner 468x60

Dia kembali mengingatkan seluruh personel agar mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis dalam melayani masyarakat. “Melayani masyarakat harus dengan hati. Tugas utama kita menyelamatkan jiwa, raga, harta benda, dan hak asasi manusia. Itu yang selalu saya tekankan kepada seluruh anggota,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, dua siswa Mardasah Tsanawiyah Negeri Tual bernama Arianto Tawakkal (14) dan Nasri Karim (15) diduga menjadi korban penganiyaan Bripda Masias Siahaya.

Nasri bercerita dia dan Arianto sempat jalan-jalan seusai sahur. Mereka menumpangi motor masing-masing Mereka sempat melintasi jalan yang menjadi lokasi balapan liar dan dijaga anggota Brimob. Saat turunan jalan, sepeda motor mereka melaju kencang.

Ketika itu, Bripda Masias Siahaya dan beberapa anggota Brimob sedang memantau balapan liar pada Kamis (19/2/2026). Setibanya di TKP di depan RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur, korban yang berada di posisi belakang langsung dipukul dengan helm di bagian muka korban. Korban pun terjatuh dan sepeda motornya menabrak sepeda motor Nasri yang berada di posisi depan.

“Saat itu anggota Brimob melompat dari atas trotoar dan memukul muka korban dengan helm, korban terjatuh, kepala korban terbentur aspal, darah keluar dari mulut dan hidung, ada darah keluar dari samping kepala,” tuturnya kepada pewarta.

Korban kemudian dievakuasi ke mobil patwal dengan kondisi kepala tergantung dibawa ke RSUD. Tubuh korban dipegang oleh beberapa anggota lain sementara sebagian anggota hanya menarik pakaian korban selayaknya binatang.

Akibat penganiayaan, korban Arianto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Karel Sadsuitubun. Sementara Nasri mengalami patah tulang pada bagian tangan kanan dan menjalani perawatan di rumah sakit. (RED)

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram