TIDAK lama lagi DPD Partai Demokrat Maluku menggelar Musyawarah Daerah (Musda). Musda akan memilih ketua DPD Demokrat Maluku periode 2026-2031. Agenda rutin lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi internal sekaligus pembuktian berjalannya proses kaderisasi partai sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Di balik hajatan akbar tersebut, tersimpan pertanyaan besar tentang arah perjalanan partai ke depan: siapa figur yang mampu membawa Demokrat Maluku memasuki babak baru dengan kepemimpinan yang lebih solid, berenergi, dan semakin dekat dengan kepentingan rakyat?
Pertanyaan itu membuat bursa calon Ketua DPD Partai Demokrat Maluku mulai menarik perhatian. Sejumlah nama disebut-sebut memiliki peluang, namun salah satu figur yang dinilai patut diperhitungkan secara serius adalah Muhamad Thaher Hanubun.
Thaher bukanlah pendatang baru dalam panggung politik Maluku. Ia memiliki perjalanan panjang yang dibangun melalui berbagai tahapan, mulai dari dunia pendidikan, legislatif hingga eksekutif. Sebelum terjun ke dunia politik, Thaher dikenal sebagai seorang guru di salah satu SMA di DKI Jakarta. Dari dunia pendidikan itulah perjalanan politiknya kemudian dimulai. Ia pernah dipercaya menjadi anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dan melangkah sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku.
Pengalaman di lembaga legislatif menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya. Thaher tidak hanya mengenal bagaimana aspirasi masyarakat diperjuangkan melalui jalur politik, tetapi juga memahami dinamika pengambilan keputusan dan hubungan antara wakil rakyat dengan konstituen.
Karier politiknya terus menanjak. Thaher memenangkan kontestasi pemilihan kepala daerah, memimpin Kabupaten Maluku Tenggara untuk periode kedua. Dua periode kepemimpinan menjadi bukti Thaher dipercaya oleh rakyat untuk mengemban amanah sebagai kepala daerah dan mampu menjalankan pemerintahan.
Menjadi kepala daerah bukan hanya soal memenangkan pemilihan, tetapi juga bagaimana mempertahankan kepercayaan masyarakat, mengelola pemerintahan, menghadapi berbagai kepentingan dan mengambil keputusan di tengah kompleksitas persoalan daerah. Dalam konteks itulah, Thaher dinilai memiliki modal politik dan pengalaman kepemimpinan yang cukup kuat tampil dalam kontestasi Ketua DPD Demokrat Maluku.
Bukan Sekadar Populer
Menjabat ketua partai di tingkat provinsi membutuhkan kapasitas lebih dari sekadar popularitas. Ia harus mampu membaca peta politik, memahami karakter masyarakat Maluku yang sangat beragam, membangun komunikasi dengan kader, menjaga hubungan antardaerah dan memiliki keberanian mengambil keputusan ketika organisasi menghadapi persoalan.




