Infrastruktur pelabuhan yang baik akan mendorong daya saing wilayah dan meningkatkan kepercayaan investor. Di sisi lain, transformasi Pelabuhan Yos Sudarso Ambon tidak hanya menyasar sektor penumpang, tetapi juga pada peningkatan layanan bongkar muat peti kemas. Salah satu inisiatif strategis terbaru adalah elektrifikasi dua unit Quay Container Crane (QCC) yang sebelumnya berbasis diesel.
Dengan elektrifikasi ini, operasional QCC menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan keandalan pelayanan bongkar muat di lapangan. Efisiensi ini turut memperkuat posisi Pelabuhan Ambon sebagai simpul logistik yang adaptif terhadap tuntutan industri dan lingkungan.
Seiring dengan peningkatan layanan, kinerja peti kemas Pelindo Ambon menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2025, throughput peti kemas tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kelancaran arus logistik regional serta peningkatan produktivitas alat bongkar muat.

Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis juga menyampaikan pembangunan terminal penumpang Yos Sudarso Ambon merupakan bagian dari roadmap transformasi Pelindo dalam meningkatkan kualitas layanan kepada pengguna jasa. Pelindo Regional 4 menargetkan proses pembangunan berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat.
“Kami berharap, kehadiran terminal baru ini menjadi simbol kemajuan bagi Maluku. Sebuah wajah baru pelabuhan yang tidak hanya melayani perpindahan manusia, tapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat,” tukas Azis.
Peletakan batu pertama pembangunan terminal penumpang Pelabuhan Yos Sudarso Ambon ikut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wakil Gubernur Abdullah Vanath dan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. (MAN)




