Fraksi PDI Perjuangan DPRD Maluku mendesak kejaksaan menyelidiki proyek jalan tersebut dan memeriksa kontraktor pelaksana PT. Surya Mas Perkasa Sejati.
“Itu (jalan rusak) menyusahkan masyarakat dan pemerintah, maka sebagai ketua fraksi, saya meminta pemerintah jangan lagi memberikan pekerjaan kepada kontraktor dengan kinerja yang buruk. Dan sangat tidak bagus seperti hasil kerja Handoyo,” tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Maluku Benhur Watubun, Selasa (24/8/2021).
Dia juga meminta Dinas PUPR Maluku memasukan PT. Surya Mas Perkasa Sejati dalam daftar hitam.
Jalan Rusak di Sejumlah Daerah
Bukan hanya di Kota Ambon. Pekerjaan jalan hotmix juga keluhkan warga di kabupaten Buru dan Seram Bagian Barat.
Warga mengeluh jalan provinsi milik Dinas PUPR Maluku melalui pinjaman PT SMI yang baru bangun telah rusak. Pembangunan jalan status provinsi melibatkan kontraktor lokal asal kota Ambon maupun kontraktor daerah setempat.
Di kabupaten Buru, pekerjaan jalan kerjakan oleh perusahaan milik Ivana Queljue, kontraktor asal kota Ambon. Ivana menggandeng pengusaha jasa konstruksi asal Buru, Tiong mengerjakan proyek jalan tersebut.
Namun jalan tersebut telah rusak dan sulit lintasi pengendara kendaraan bermotor. Pekerjaan jalan asal-asalan tidak sesuai bestek. Hingga sebagian besar aspal jalan terkelupas dan berlubang.
Anehnya, Kejaksaan Negeri Buru belum juga bergerak menyelidiki proyek jalan yang telah rusak tersebut.
Kerusakan jalan yang bersumber dari pinjaman PT SMI juga temukan di jalan Trans Kecamatan Huamual dan Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Kualitas pekerjaan jauh dari kata memuaskan. Kini jalan telah rusak, padahal baru saja rampung kerjakan. Akibat proyek amburadul, aspal jalan terkelupas dan berlubang, sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Informasi yang sentraltimur.com, peroleh proyek fisik yang bersumber dari pinjaman PT SMI, monopoli oleh pengusaha jasa konstruksi yang akrab dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Maluku, Mat Marasabessy.
Satu di antaranya adalah Handoyo, Bos PT. Surya Mas Perkasa Sejati. Handoyo ‘kebanjiran’ proyek yang bersumber dari pinjaman PT SMI.
Selain mengerjakan jalan aspal di kawasan IAIN yang amburadul tersebut, Handoyo juga mengerjakan proyek trotoar di kota Ambon. Ironisnya proyek-proyek yang kerjakan tidak sesuai bestek atau menyimpang dari spesifikasi. (ADI)




