banner 728x250

Pemkab SBT Teken MoU Penanganan Limbah RSUD Bula

TEKEN MOU
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur menandatangani MoU dengan PT. Universal Eco Pasific, Senin (17/11/2025). (AINI SANAKY)
banner 468x60

Pengelolaan limbah yang baik tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga melindungi pasien dan tenaga kesehatan. “Sebelumnya kami pernah bekerja sama dengan (Perusahaan dari ) Surabaya. Tapi setelah melihat proses kerja, biaya, dan efektivitas, ini jauh lebih efisien dan lebih murah. Akreditasinya juga sudah nasional, internasional (ISO),” jelasnya.

Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) sebagai penampungan limbah medis dan setelah itu limbahnya diangkut oleh pihak ketiga. “Sehingga masyarakat aman dari penyakit karena sampah limbah medis tersimpan di dalam TPS dan termonitoring oleh tenaga kesling RSUD yang bertugas setiap hari,” ujar Denny.

Marketing Area Maluku PT Universal Eco Pasific, Muhammad Darmawan mengatakan pengangkutan limbah B3 diupayakan berlangsung rutin.

Limbah dari RSUD Buka akan dibawa ke Serang, Banten untuk dimusnahkan karena Maluku belum miliki mesin pemusnah sampah medis. “Biasanya kami usahakan tiap bulan, tapi sesuai arahan Pak Wakil Bupati untuk RSUD Bula direncanakan rutin tiga bulan sekali, kita juga upayakan agar punya mesin tersebut,” jelas Darmawan.

PT Universal Eco Pasific telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan SBT. Pengangkutan limbah medis dilakukan dari 20 Puskesmas. “Di Dinkes SBT sendiri kita sudah angkut 2,1 ton. Sistem kontrak paying, kita ambilnya di Dinkes. Jadi limbah seluruh Puskesmas drop di Dinkes nanti kita yang ambil, sudah dari Juni 2025,” sebutnya.

TEKEN MOU
Pengangkutan sampah medis oleh perusahaan pengolahan limbah di kota Bula, kabupaten Seram Bagian Timur. (AINI SANAKY)

Darmawan mengapresiasi Wabup dan Kepala Dinas Kesehatan SBT Punira Kilwalaga atas dukungannya. “Kita sudah melakukan pengangkutan limbah medis dengan lancar dan teratur sesuai kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan di SBT,” jelasnya.

Hampir seluruh fasilitas kesehatan di SBT telah menjalin kerja sama, kecuali RSUD Pulau Gorom karena kendala jarak.

Untuk RSUD Bula, estimasi limbah di TPS mencapai 3–4 ton. Namun tidak seluruhnya dapat diangkut sekaligus karena pembatasan muatan saat melewati jalur SS menuju Ambon. “Hari ini kami ambil sekitar 1,7 ton. Sisanya akan dibagi dalam beberapa kali pengiriman,” sebut Darmawan.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram