“Kami proaktif memberikan perlindungan ketika Haris menjadi saksi di persidangan. Kami melakukan monitoring keamanan di kediaman Haris dalam beberapa waktu, juga bantuan medis,” kata Edwin.
Ini Kata Haris
Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama menduga keterlibatan Azis Samual menyuruh sejumlah orang mengeroyoknya lantaran ada kaitan dengan internal Partai Golkar. Alasannya, dia juga kader partai Golkar.
“Ya saya orang Partai Golkar, kritis di Partai Golkar wajar-wajar saja,” kata Haris.
Dia berharap apabila sikap kritisnya di partai berlambang pohon beringin itu dianggap sebuah penghinaan, hendaknya masalah itu selesaikan baik-baik. “Kalau memang saya misal melakukan penghinaan? Laporkan saya, dong, jangan main pukul. Masa penegakan hukumnya seperti itu,” tegas Haris.
Dia juga memastikan sama sekali tidak mengenal Azis. Haris bahkan baru tahu bahwa Azis merupakan salah satu kader Golkar. “Saya tidak pernah mengenal Azis Samual. Tidak pernah berkomunikasi dan berdebat dengan dia,” tegasnya.
Status Tersangka Azis
Polisi menetapkan Azis Samual sebagai tersangka kasus pengeroyokan Haris Pertama setelah lakukan pemeriksaan dan gelar perkara pada Selasa (1/3/2022).
Penyidik menetapkan Azis sebagai tersangka setelah mengantongi bukti cukup dalam kasus Haris Pertama. Namun, pria asal Maluku itu masih menolak penetapan status tersangkanya. Polisi pun masih kesulitan mengungkap motif Azis.
Meskipun demikian, Direskrimum Polda Metro Jaya Tubagus Ade Hidayat tetap menetapkan Azis sebagai tersangka. Menurutnya, Azis dapat menolak statusnya karena itu adalah hak tersangka.
“Sampai dengan hasil pemeriksaan kemarin terhadap AS yang pada saat pemeriksaan saksi dan sebagai pemeriksaan tersangka, masih menolak. Masih menolak mengakui bahwa dia menyuruh melakukan,” ucap Tubagus, Rabu (2/3/2022). (DTC/RED)




