“Meskipun demikian bukan berarti tidak ada risiko tertular. Tim dokter tetap berisiko tertular virus Covid-19, tapi operasi harus lakukan segera. Tidak mungkin menunggu hingga pasien sembuh dari Covid. Karena lukanya akan membusuk dan beresiko bagi keselamatan jiwa pasien,” ungkapnya.
“Demi menyelamatkan jiwa pasien korban tembak, dokter RST menempuh resiko tertular Covid,” imbuh Bima.

Setelah berdiskusi dengan tim dokter RST operasi pengangkatan proyektil guna menyelamatkan pasien dari amputasi kakinya. Tim dokter berhasil selamatkan nyawa warga korban penembakan itu.
“Operasi berjalan lancar dan pasien dalam kondisi sehat. Tim dokter serta perawat yang bertugas juga dalam keadaan sehat,” ujar Bima. (MAN)




