
Sementara Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM Pdt. Elifas T. Maspaitella menyampaikan keprihatinan mendalam dan menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan serta mengedepankan penyelesaian damai.
“Atas kejadian tersebut, kami turut berduka dan menopang keluarga korban dalam doa. Semoga anak dan saudara kita yang meninggal mendapat sentosa di sisi Tuhan,” katanya.
Maspaitella memberikan perhatian khusus kepada para pelajar yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kejadian tersebut. “Kami mengingatkan semua siswa untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang semata-mata merugikan orang lain, apalagi yang sampai berdampak pada kematian rekan sendiri. Kalian adalah generasi emas bangsa. Fokuslah pada tugas belajar agar kita tidak terus tertinggal dari daerah lain,” pesan Elifas.
Elifas mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan proses hukum kasus tersebut kepada aparat yang berwenang. Dia menekankan pentingnya menyikapi persoalan ini dengan bijak dan tidak memperluas dampak negatif dari kejadian yang sudah merugikan banyak pihak.

“Daripada melakukan tindakan yang membawa kerugian kepada khalayak luas, marilah kita kedepankan cara-cara yang komunikatif dalam menyelesaikan masalah. Sebab, mereka yang menjadi korban belum tentu juga bersalah atau terlibat dalam insiden yang terjadi di luar rumahnya,” ujarnya.
Elifas menekankan stabilitas sosial adalah tanggung jawab Bersama, karena itu semua pihak harus dapat menjaga perdamaian dan tidak membiarkan luka lama terbuka kembali. “Semoga aparat TNI, Polri dapat mencegah timbulnya masalah lanjutan dan menjamin keamanan bagi seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga Maluku sebagai tanah yang diberkati,” imbaunya.




