“Bagian itu harus diperbaiki khususnya para pemain masih muda untuk kontrol pertandingan sedikit berkurang. Jadi untuk ke depannya lebih menunjukkan lagi perkembangan,” kata Shin Tae-yong.
Meski demikian, pelatih asal Korea Selatan tersebut mengapresiasi perjuangan Asnawi Mangkualam cs yang berhasil lepas dari situasi sulit. Terutama saat penalti di injury time babak kedua.
“Jujur kedua tim sangat bekerja keras, saya sudah bicara kepada pemain sebelum pertandingan bahwa tim Singapura kuat untuk set piece. Kami bisa mendapatkan hasil yang baik jika hanya hati-hati,” ucap Shin.
“Karena tidak fokus untuk set piece, jadi sampai bisa dikatakan ke neraka dan ke surga, bolak balik,” sambung dia. (VIV/RED)




