Dia berharap agar lembaga kejaksaan dipimpin oleh pemimpin yang memiliki prestasi, berwawasan, hingga mempertahankan muruah adhyaksa atau kejaksaan. “Saya mencari Kajari yang punya otak, jangan mencari Kajari yang bloon atau oon, yang hanya pikirannya duit,” tegas jaksa agung berusia 71 tahun itu.
“Maaf saya di sini keras, karena saya ingin mencari manusia yang Adhyaksa, pintar dan berintegritas,” imbuh Burhanuddin menukil detik.com.
Menurutnya, setiap mutasi pejabat di lingkup kejaksaan harus didasarkan pada prestasi, bukan empati. “Setiap Kajati, Kajari mau pindah, puluhan orang diusulkan. Tapi itu karena empati, bukan karena prestasi,” sindir Burhanuddin. (ANO)




