“Yang kedua yakni skenario alternatif, seandainya Prabowo tidak punya cawapres alternatif, sehingga dipasangkan dengan Puan,” ujar Wasis dilansir cnnindonesia.com.
Dengan sejumlah skenario itu, Wasis memprediksi pada Pemilu 2024 mendatang hanya akan ada dua poros koalisi, mengingat sistem pemilu serentak tidak memungkinan para parpol peserta pemilu untuk saling menjajaki koalisi.
Selain itu, ia menilai semakin pentingnya popularitas paslon untuk alat katrol elektabilitas parpol di pileg.
Namun, kata dia, hal tersebut masih sebatas prediksi awal. Sebab, tidak menutup kemungkinan dinamika menjelang 2024 berubah. “Dinamika itu terus berjalan karena politik tidak mengenal kata ‘ajeg’ dalam komitmen,” ujarnya.
Wacana duet Prabowo Subianto dan Puan Maharani di 2024 menguat usai pertemuan keduanya, didampingi Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri di satu ruangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/11/2021). (CNN/RED)




