Masukan tersebut akan digunakan untuk memformulasikan strategi pembangunan kelautan ke depan, sejalan dengan lima program prioritas ekonomi biru KKP yang menargetkan ketahanan pangan melalui blue food.
“Potensinya besar, dan kami yakin bisa mencapainya. Tapi perlu waktu dan kolaborasi semua pemangku kepentingan. Riset dari perguruan tinggi inilah yang kami butuhkan untuk mendukung kebijakan,” jelasnya.
Wabup SBT Jadi Pembicara
Dalam konferensi internasional itu, Wakil Bupati Seram Bagian Timur, M. Miftah Wattimena hadir sebagai salah satu pembicara.
Vitho sapaan Miftah memaparkan kawasan laut dan bagaimana menjaga kelestarian laut melalui kearifan lokal di wilayah setempat, mengingat potensi kelautan merupakan kekayaan alam terbesar di kabupaten SBT.

Dia menegaskan konferensi internasional yang diinisiasi IPB University sangat penting di tengah ekosistem laut yang terancam. “SBT adalah daerah kepulauan dan potensi terbesar kita ada di laut,” kata Vitho kepada sentraltimur.com via telepon, Kamis (18/9/2025).
Menurut data World Wide Fund (WWF) for Nature, tempat pemijahan ikan terbesar di wilayah SBT yakni Pulau Koon. Kawasan itu menjadi lokasi berkembang biak ikan kerapu dan kakap.
Selain Pulau Koon, kata Vitho, sumber ikan melimpah di wilayah Garogos, Nukus dan Neden. “Dalam konferensi ini saya mempresentasikan hal tersebut, bagaimana masyarakat menjaga laut lewat kearifan lokal,” jelasnya.
Konferensi ini lanjut dia, bertujuan untuk mendorong penciptaan kebijakan berbasis ilmu yang dapat mendukung ekonomi biru yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia. (JPC/AIN)




