banner 728x250

2 Rumah Ibadah dan 1 Sekolah Rusak Diguncang Gempa di Maluku Tengah

  • Bagikan
Gempa tektonik berkuatan 6.1 magnitudo mengguncang wilayah kabupaten Maluku Tengah, Rabu (16/6/2021) pukul 13.43. WIT. (FOTO: BMKG)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Dua rumah ibadah di Kabupaten Maluku Tengah ikut mengalami kerusakan akibat guncangan gempa 6,1 magnitudo di wilayah tersebut, Rabu (16/6/2021).

Komandan Kodim 1502 Masohi, Letkol Inf Nunung Wahyu Nugroho mengatakan dua rumah ibadah yang mengalami kerusakan itu berada di Desa Saunolu, Kecamatan Tehoru.

“Dua rumah ibadah yang rusak itu yakni masjid dan gereja keduanya di Desa Saunolu, kerusakannya ringan,” kata Wahyu kepada sentraltimur.com via telepon seluler, Kamis (17/6/2021).

Kodim 1502 Masohi mengerahkan prajuritnya ke desa-desa di kecamatan Tehoru untuk mendata rumah warga dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa.

Menurut Wahyu selain di dua rumah ibadah, satu sekolah di desa tersebut juga ikut mengalami kerusakan ringan. “Ada sekolah juga yang rusak ringan di desa Saunolu,” ujarnya.

Adapun hasil pendataan sementara rumah yang rusak di kecamatan Tehoru hingga kini berjumlah 25 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 11 rumah warga  rusak berada di desa Saunolu yang mengalami kerusakan.

“Sementara ini ada 11 rumah warga yang rusak di Desa Saunolu, kita masih terus inventarisir dulu,” kata Wahyu.

Menurutnya pendataan yang dilakukan akan akan dicocokan dengan data dari setiap desa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Maluku Tengah.

“Kita inventarisir nanti dicocokan lagi kita khawatirkan kalau salah dalam menginput data bisa jadi diprotes apalagi kalau masyarakat minta ganti rugi,” katanya.

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua mengakui sebuah gereja dan sebuah masjid di Kecamatan Tehoru mengalami kerusakan ringan.

“Betul rusak ringan jadi retak-retak begitu,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (16/6/2021) pukul 13.43 WIT.

Akibat gempa, puluhan rumah warga di Kecamatan Tehoru mengalami kerusakan. Selain rumah, talud penahan gelombang sepanjang 300 meter juga rusak.

Pascagempa, ribuan warga di wilayah itu termasuk sejumlah warga di Masohi, ibu kota Maluku Tengah juga memilih mengungsi ke dataran tinggi.

BPBD Maluku Tengah masih terus mendata rumah-rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi. (MMS)

  • Bagikan