banner 728x250

3.200 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Idul Fitri di Maluku

IDUL FITRI
Kapolda Maluku Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan memeriksa apel pasukan jelang Operasi Ketupat Salawaku 2025 untuk pengamanan Idul Fitri 1446 Hijriah, Kamis (20/3/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Polda Maluku menggelar Operasi Ketupat Salawaku 2025 untuk pengamanan Idul Fitri 1446 Hijriah.

Kapolda Maluku Irjen Pol. Eddy Sumitro Tambunan mengatakan, dalam operasi ini mengerahkan 3.200 personel gabungan. “Kita kerahkan 3.200 personel dibantu rekan-rekan TNI dan Satpol PP,” kata Kapolda di Lapangan upacara Polda Maluku kawasan Tantui, Kota Ambon, Kamis (20/3/2025).

Ribuan personel yang dikerahkan akan menempati sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu. “Jumlah pos kita ada sekitar seribuan yang terdiri dari pos keamanan, pelayanan dan pos terpadu,” jelasnya.

Sebelum digelar Operasi Ketupat Salawaku, telah dilaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral tingkat provinsi, beberapa waktu lalu. “Semua stakeholder membantu kita dalam pengamanan Idul Fitri 1446 Hijriah,” tambahnya.

Eddy mengimbau masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan puasa hingga Idul Fitri. “Menjelang sahur anak-anak banyak melakukan kegiatan, tolong jangan melakukan kegiatan yang tidak diinginkan karena akan mengganggu masyarakat sekitarnya,” imbaunya.

Menurut Eddy Maluku tidak seperti daerah lainnya. Alat transportasi di Maluku umumnya adalah laut. Olehnya itu, berkaca dari beberapa kejadian sebelumnya, dia mengingatkan masyarakat tidak menumpuk di dermaga.

“Satu hal yang saya imbau, masyarakat jangan menumpuk di dermaga, seperti kejadian sebelumnya, dua kali kejadian di Maluku, karena penempukan masyarakat dermaganya ambruk. Kita tidak tahu umur dermaga berapa tahun dan kekuatannya. Saya minta masyarakat agar masuk dermaga secara bergilirian, jangan rebutan,” kata Eddy mengingatkan.

IDUL FITRI

Eddy juga meminta masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menggunakan transportasi laut agar dapat memperhatikan keselamatan pelayaran. Masyarakat diminta duduk di dekat pelampung yang disediakan. “Naik kapal laut pastikan pelampung di dekat masyarakat. Kalau tidak ada tanyakan kepada petugas, ini akan kita tindak. Pelaku pelayaran yang menyediakan armada kalau tidak menyiapkan pelampung sesuai jumlah penumpang akan kita tindak,” tegasnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram