AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menggelar rapat bersama instansi terkait. Rapat membahas penanganan dampak konflik yang terjadi antara dua desa bertetangga di Kecamatan Pulau Haruku.
Rapat yang berlangsung di Kantor Bupati Maluku Tengah itu ikut hadir Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, Kapolres Maluku Tengah dan Dandim Masohi.
BACA JUGA:
Ketua Umum BPP HIPMI Puji Keuletan Gubernur Maluku – sentraltimur.com
Ini Inovasi WhatsApp untuk Voice Note – kliktimes.com
Dalam rapat tersebut, Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua ikut memaparkan dampak dari bentrok yang terjadi antara kedua desa di wilayah itu.
Akibat bentrokan tersebut, tiga orang meninggal dunia dan empat warga terluka. Konflik itu juga menyebabkan 211 rumah warga, 59 unit sepeda motor, sembilan mobil dan dua ruang kelas SD terbakar.
Selain itu kata Abua ribuan tanaman umur panjang warga juga ikut ditebang. “Dampak bentrok juga menyebabkan 1.030 tanaman cengkih milik warga ditebang,” kata Abua dalam rapat tersebut, Sabtu (5/2/2022).
Abua telah menghadiri pertemuan dengan Kemenkopolhukam, Kemendagri, Kapolda, Pangdam, Wakil Gubernur Maluku, instansi terkait dalam rangka penanganan dan penyelesaian konflik.
“Saya telah mendampingi tim Kemenkopolhukam dan Kemendagri untuk memantau lokasi konflik dan lahan yang sengketakan,” sebutnya.




