banner 728x250

Dampak Bentrok Haruku, 1.030 Pohon Cengkih Warga Ditebang

Dampak Bentrok
Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif dan Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menyampaikan keterangan pers usai rapat membahas penanganan dampak konflik Haruku, Sabtu (5/2/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menggelar rapat bersama instansi terkait. Rapat membahas penanganan dampak konflik yang terjadi antara dua desa bertetangga di Kecamatan Pulau Haruku.

Rapat yang berlangsung di Kantor Bupati Maluku Tengah itu ikut hadir Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, Kapolres Maluku Tengah dan Dandim Masohi.

BACA JUGA:

Ketua Umum BPP HIPMI Puji Keuletan Gubernur Maluku – sentraltimur.com

Ini Inovasi WhatsApp untuk Voice Note – kliktimes.com

Dalam rapat tersebut, Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua ikut memaparkan dampak dari bentrok yang terjadi antara kedua desa di wilayah itu.

Akibat bentrokan tersebut, tiga orang meninggal dunia dan empat warga terluka. Konflik itu juga menyebabkan 211 rumah warga, 59 unit sepeda motor, sembilan mobil  dan dua ruang kelas SD terbakar.

Selain itu kata Abua ribuan tanaman umur panjang warga juga ikut ditebang. “Dampak bentrok juga menyebabkan 1.030  tanaman cengkih milik warga ditebang,” kata Abua dalam rapat tersebut, Sabtu (5/2/2022).

Abua telah menghadiri pertemuan dengan Kemenkopolhukam, Kemendagri, Kapolda, Pangdam, Wakil Gubernur Maluku, instansi terkait dalam rangka penanganan dan penyelesaian konflik.

“Saya telah mendampingi tim Kemenkopolhukam dan Kemendagri untuk memantau lokasi konflik dan lahan yang sengketakan,” sebutnya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram