banner 728x250

2 Kelompok Pemuda Malra Bentrok, 5 Luka Terkena Panah

PEMUDA BENTROK
Korban bentrok dua kelompok pemuda di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, menjalani perawatan di rumah sakit, Minggu (10/7/2022). (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Bentrok dua kelompok pemuda pecah di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Bentrokan melibatkan pemuda di kawasan Ohijang Lampu Merah dan pemuda Perumahan Pemda, Minggu (10/7/2022).

Pertikaian bermula saat latihan balap motor menghadapi kejuaraan road race daerah di Langgur. Kedua kelompok pemuda yang berada di lokasi latihan terlibat salah paham hingga akhirnya memicu bentrokan yang lebih besar.

Dalam bentrokan itu lima orang dari kedua kelompok pemuda mengalami luka terkena panah. Salah seorang korban mengalami luka cukup serius. Anak panah bersarang tepat di bagian dahinya.

“Lima orang dari kedua belah pihak terluka. Semuanya terkena panah tapi satu itu yang agak parah karena terluka di bagian dahi,” kata Kapolres Malra AKBP Frans Duma kepada sentraltimur.com dihubungi dari Ambon, Senin (11/7/2022).

Korban luka parah yang terkena panah di bagian dahi telah dirujuk ke rumah sakit di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Yang luka kena testa (dahi) tadi sudah rujuk ke Makassar,” katanya.

Konflik pecah ketika dua orang dari kedua kelompok pemuda itu Tucek Refra dan Yanwar Rahakbauw bertemu di lokasi latihan balapan. Keduanya saling caci maki dan akhirnya berkelahi hingga berujung bentrokan dua kubu.

Kedua Kelompok Kerap Bertikai

Menurut Frans kedua kelompok pemuda ini sejak lama bersitegang. Meski berbagai langkah dan upaya damai oleh aparat kepolisian, TNI dan pemerintah daerah dilakukan namun kedua kelompok ini kerap bentrok.

“Kedua kelompok ini sudah lama sering terlibat bentrok tapi itu bukan antarkampung tapi antarkelompok pemuda. Sudah lakukan langkah-langkah dan berbagai upaya. Tapi sama saja setiap bulan bahkan setiap minggu mereka selalu bentrok,” ungkap Frans.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram