banner 728x250

Proyek Air Baku Mahia, Komisi III Desak Kepala BWS Maluku Buka Suara

KEPALA MALUKU
Proyek air baku di Mahia, kota Ambon tahun 2020 senilai Rp1,3 miliar, hingga kini air bersih tidak kunjung dinikmati masyarakat. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Kepala Badan Wilayah Sungai (BWS) Maluku Marwa Ibnu Ramla didesak memberikan penjelasan atas gagalnya proyek air baku di dusun Mahia, desa Urimesing, kecamatan Nusaniwe, kota Ambon.

Air yang dialirkan ke rumah warga diduga bukan berasal dari sumber air baku pada titik galian keempat, melainkan sumber mata air dari negeri Tuni.

“Kita akan desak, undang kembali kepala BWS Maluku hadir di DPRD untuk menjelaskan terkait pekerjaan air baku Mahia,” tegas Sekretaris Komisi III DPRD Maluku, Rovik Akbar Afifudin, Kamis (30/6/2022).

Sebab menurut dia, tujuan dari pembangunan proyek air baku yakni untuk memudahkan masyarakat setempat memproleh air bersih, bukan tersedia infrastruktur saja tetapi airnya nihil.

Politisi PPP ini mempertanyakan pernyataan BWS yang mengatakan bahwa proyek tersebut sudah rampung 100 persen. Faktanya air bersih tidak dinikmati masyarakat Mahia.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram