AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Hujan deras mengguyur Kabupaten Buru Selatan, Maluku menyebabkan banjir, Senin (14/7/2025). Tercatat dua kecamatan terdampak banjir yakni Namrole dan Waesama.
Bencana banjir menyebabkan ratusan rumah warga di sejumlah desa di dua kecamatan tersebut terendam. Selain merendam permukiman warga, banjir merendam jalan-jalan di wilayah itu hingga tak bisa dilewati kendaraan.
Pj Kepala Desa Tikbari, Kecamatan Namrole, Aniati Nurlatu mengungkapkan banjir merendam puluhan rumah warga di desanya hingga memaksa 32 kepala keluarga mengungsi. “Banjir mulai terjadi sejak subuh tadi dan sampai saat ini ada 32 kepala keluarga di sini yang mengungsi akibat rumahnya terendam,” kata Aniati kepada sentraltimur.com via telepon, Senin.
Hingga siang hari banjir belum surut, masih menggenangi rumah-rumah warga di desa tersebut. Selain di Tikbari, banjir juga menerjang desa-desa lainnya di Kecamatan Namrole. “Iya masih tergenang, masih hujan deras sampai saat ini,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Buru Selatan, Abas Tamher menyampaikan hujan deras menyebabkan Kecamatan Waesama dan Namrole terdampak banjir. “Banjir terjadi di beberapa desa di Kecamatan Namrole dan Waesama,” katanya kepada sentraltimur.com.
Abas berujar banjir yang terjadi menyebabkan sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah-rumah keluarganya yang aman. “Betul, ada sebagian warga yang mengungsi kita juga ikut evakuasi. Tapi mereka hanya mengungsi di rumah keluarganya saja,” katanya.
Dia memastikan banjir yang merendam permukiman warga sudah mulai surut setelah intensitas curah hujan menurun. “Itu air naik saja lalu tergenang saat hujan mulai stop ya kering lagi jadi sudah mulai surut lagi,” katanya.
BPBD masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan dan indentifikasi. “Kita belum bisa menyampaikan soal dampak yang terjadi termasuk berapa rumah yang kena karena sampai saat ini tim masih berada di lapangan,” tandas Abas.





