banner 728x250

Belasan Oknum Brimob di SBT Diduga Mabuk, Geruduk Rumah dan Aniaya Warga

OKNUM BRIMOB
Warga mendatangi markas Batalyon B Pelopor Kompi 3 di kota Bula, pasca aksi penganiayaan oleh belasan oknum Brimob, Senin (22/9/2025). (TANGKAPAN LAYAR)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Tindakan brutal dilakukan sejumlah oknum Brimob Batalyon B Pelopor Kompi 3, kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.

Belasan anggota elite Polri yang diduga mabuk itu menyerang dan menganiaya warga di Bula, Senin (22/9/2025). Aksi brutal itu menyebabkan Abdul Haji Rumaday (30) dan istrinya menjadi korban.

Informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan terhadap korban berawal saat terjadi cekcok antara oknum Brimob dan warga di acara pesta di kawasan Lumba-Lumba, Kota Bula, Minggu malam (21/9/2025).

Saat itu, Abdul yang berada di acara pesta berusaha melerai keributan yang terjadi antara warga dan oknum Brimob. Namun aksinya itu malah membuat oknum Brimob yang diduga sedang dipengaruhi minuman keras semakin marah.

PNS Pemkab SBT itu berusaha menenangkan cekcok yang terjadi malah dicaci maki oleh oknum Brimob. Tak hanya itu seorang oknum Brimob yang terbakar emosi juga mencekik leher Abdul  yang merupakan kepala pemuda di kampungnya.

Usai kejadian itu, Abdul telah berkoordinasi dengan Polres SBT untuk melaporkan tindakan oknum Brimob saat pesta joget. Namun belum sempat mendatangi Polres karena sedang berada di kantor.

Setelah bekerja, Abdul pulang ke rumah untuk makan siang pada Senin (22/9/2025). Namun baru saja tiba di rumahnya dan belum sempat makan, sekitar pukul 10.30 WIT, korban didatangi belasan tamu tak diundang.

Mengendarai sepeda motor, belasan oknum Brimob yang diduga dalam keadaan mabuk menggeruduk kediaman korban di kawasan Pantai Tikus, Bula. Membawa senjata api, mereka mengamuk dan menganiaya korban dan keluarganya.

Tak hanya menganiaya Abdul namun mereka juga memukuli istrinya Jamina Rumaday dengan helm. Dua balita yang berada di dalam rumah itu nyaris menjadi korban amukan oknum Brimob.

“Yang datang 12 anggota Brimob berpakaian preman, Ada empat orang yang dianiaya mereka (oknum Brimob),” kata Jamina Rumaday kepada awak media seusai kejadian.

Warga yang berada di lokasi kejadian hanya bisa menyaksikan aksi brutal layaknya preman itu tanpa bisa menolong karena takut para pelaku membawa senjata api.  “Dong (mereka) gertak warga dengan senjata api dan mengatakan mereka anggota (Brimob), jadi warga tidak berani tolong,” ujarnya.

Warga Protes

Buntut dari aksi oknum Brimob layaknya penjahat itu, pihak keluarga dan kerabat korban mendatangi markas Batalyon B Pelopor Kompi 3 di Bula.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram