banner 728x250

LNG Abadi Blok Masela Ditargetkan Mulai Produksi Akhir 2030

BLOK MASELA
Ilustrasi Blok Masela (Tangkapan Layar: Youtube Sekretariat Presiden)
◀ sentraltimur.com
SPACE IKLAN (468px X 60px) Hubungi: 0811-4715-888

JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menegaskan produksi gas dari Proyek LNG Abadi Blok Masela ditargetkan mulai beroperasi secepatnya akhir 2030.

“Produksi gas dari proyek Abadi ini direncanakan akan mulai beroperasi—seperti pesan Bapak Presiden—secepatnya. Kalau bisa 2029 bagus, 2030 bagus, atau paling telat jangan jauh-jauh dari akhir 2030,” kata Djoko dalam agenda INPEX–FEED Completion Ceremony di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Djoko mengatakan, percepatan operasional (on-stream) proyek ini sangat vital untuk mendukung ketahanan energi nasional. Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), keberadaan Lapangan Abadi dinantikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Maluku, lantaran memiliki sejumlah peran strategis.

Baca juga :  50 Saksi Diperiksa, 1 Prajurit Ditahan, DPRD Maluku Desak Pengusutan Tuntas Kematian Pratu Andi Bugis Hayoto

Di antaranya mewujudkan agenda Asta Cita kedua Presiden Republik Indonesia terkait kemandirian energi, mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia bagian timur, serta menjamin pasokan energi domestik dalam jangka panjang.

“Selain itu, penggunaan gas bumi yang beremisi 50% lebih rendah dibandingkan batu bara dinilai menjadi jembatan penting dalam transisi menuju target bebas emisi atau Net Zero Emission,” ujar Djoko melansir bloombergtechnoz.com.

Adapun, terkait perkembangan di lapangan, Djoko menyampaikan saat ini pengerjaan fisik berupa pembangunan pagar perimeter dan jalan akses tengah berlangsung. Sejalan dengan itu, proses penyiapan ganti rugi atau kompensasi sosial bagi masyarakat yang terdampak langsung proyek juga terus dipercepat.

Baca juga :  50 Saksi Diperiksa, 1 Prajurit Ditahan, DPRD Maluku Desak Pengusutan Tuntas Kematian Pratu Andi Bugis Hayoto

“Pembebasan lahan dan kompensasi ini menjadi salah satu penanda penting (milestone) yang harus segera diselesaikan mengingat proyek ini telah diresmikan (groundbreaking) oleh Presiden RI pada Juli 2026,” jelasnya.

Djoko juga mengapresiasi keberhasilan penyelesaian tahap FEED yang dilanjutkan dengan penyiapan keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) sebelum masuk ke fase konstruksi skala besar.

✈
Ikuti Berita Sentral Timur Dapatkan berita terbaru langsung melalui Channel Telegram Sentral Timur.
Gabung Channel