banner 728x250

Aksi Nekat Bocah di Ambon Terjun ke Sungai Saat Banjir Viral

AKSI NEKAT
Aksi nekat sejumlah bocah di kawasan Passo, kecamatan Baguala, kota Ambon bermain di sungai saat banjir mengejutkan warga, Sabtu (21/6/2025). (ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Aksi nekat sejumlah bocah di kawasan Passo, kecamatan Baguala, Kota Ambon bermain di sungai saat banjir mengejutkan warga.

Aksi tak biasa itu dilakukan para bocah saat banjir terjadi di sungai Wayori menyusul hujan deras mengguyur Kota Ambon dan sekitarnya, Sabtu (21/6/2025). Aliran sungai yang deras tidak menciutkan nyali bocah-bocah. Aksi mereka terekam warga dan disebar ke jejaring media sosial hingga viral.

Dalam video yang dilihat sentraltimur.com, tampak sekitar delapan orang bocah termasuk seorang bocah perempuan nekat bermain di aliran sungai yang sedang banjir menggunakan ban dalam mobil bekas.

Bukannya takut, mereka terihat sangat gembira, padahal sangat berisiko mengancam keselamatan. Mereka beraksi layaknya atlet arum jeram.

Rekaman video amatir warga berdurasi 31 detik itu para bocah menikmati situasi tersebut. Mereka hanyut terbawa luapan air sungai akibat banjir sambil tersenyum dan tertawa.

Sejumlah warga yang mmenyaksikan kejadian itu dari bantaran sungai tampak panik dan terheran-heran atas aksi para bocah pemberani tersebut. “Woe…. kamorang (kalian) memang anak-anak paling sadis. Banjir begitu kuat tapi anak-anak ini paling berani,” kata salah seorang warga dalam video tersebut.

Warga juga terheran-heran dengan sosok seorang bocah perempuan yang ikut bermain di sungai tersebut layaknya orang dewasa yang sedang melewati setiap tantangan dalam atraksi arum jeram. “Perempuan itu, dia punya gaya paling santai,” puji warga keheranan.

Kapolsek Baguala Iptu Michael Alfons yang dihubungi terkait video viral tersebut membenarkan aksi nekat sejumlah bocah itu terjadi di sungai Wayori, Negeri Passo saat sedang banjir di Sungai, Sabtu (21/6/2025). “Betul itu kejadiannya di Passo,” katanya.

Dia telah memerintahkan anggotanya untuk mengecek langsung kejadian menghebohkan itu. “Anggota Babinkantibmas sudah ketemu Pak RT di sana dan sudah memberikan imbauan kepada anak-anak itu, pak RT juga memberikan imbauan” kata Alfons.

Menerjang sungai yang sedang meluap telah menjadi kebiasaan warga di kawasan tersebut setiap musim hujan. “Kata Pak RT itu sudah menjadi kebiasaan saat volume air di  sungai naik, bukan hanya anak-anak tapi juga remaja dan orang dewasa sering begitu. Anak-anak sudah dikumpulkan dan diberikan pemahaman agar tidak lagi seperti itu” katanya.

Ikuti berita sentraltimur.com di Channel Telegram